Teknikdan Bahan Karya Seni Kriya Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, dan membentuk. 1. Teknik cor (cetak tuang) Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahan
43 Papier Mâché sebagai Media dalam Berkarya Seni Rupa 4.3.1 Alat dan Bahan dalam Membuat Papier Mâché Papier Mâché merupakan media dalam bekarya seni rupa yang biasa dikenal dengan nama bubur kertas. Papier Mâché memang jarang digunakan dalam berkarya seni, terutama digunakan dalam proses pembelajaran seni rupa di sekolah.
aMenetapkan skenario pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), disertai beberapa pernyataan atau pertanyaan lisan dan tulisan, serta peragaan bernyanyi senam birama 2/4, 3/4, 4/4 sebagai penyegaran awal dalam proses pembelajaran seni musik untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan dan menumbuhkan minat belajar seni musik.
RequestPDF | KREATIVITAS DALAM PEMBUATAN ARANSEMEN MUSIK SEKOLAH | Kreativitas merupakan sarana untuk mengungkapkan ekspresi, imajinasi dan apresiasi dalam bermusik. Salah satu kegiatan
SekolahMenengah Atas terjawab Menulis dalam kreativitas berkarya seni musik diawali dengan a.menentukan komposisi b.menyusun nada c.menentukan tema d.membuat lirik e.membuat tangga nada Iklan Jawaban 3.9 /5 29 SDL jawabannya C. sekian Sedang mencari solusi jawaban Seni beserta langkah-langkahnya? Pilih kelas untuk menemukan buku sekolah
Dalamkegiatan ini, dibuka dengan penampilan, yaitu Live Music, Tari, Teater, dan Pameran Karya. Acara ini dibuat sebagai bentuk mengapresiasi kembali karya dari mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang 2 tahun terhalang pandemi, sehingga acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa Fakulas Bahasa dan Seni dari segala tingkatan baik dari
Makinbanyaknya buku yang terbit membuat kita merasa bingung dengan buku apa yang selanjutnya kita baca. Ya, setiap hari di Indonesia saja banyak judu Pentingnya Kreativitas dalam Menulis - Kompasiana.com
RADARSEMARANGID, Kearifan lokal budaya merupakan unsur kekayaan budaya bangsa. Dalam perspektif kultural, kearifan lokal amat penting keberadaannya. Terutama ketika berhubungan dengan masalah 'identitas', baik dalam konteks mikro. Misalnya terkait dengan ranah etnik, maupun secara makro, yakni menyangkut ranah negara-bangsa (Kasihan, 2019). Seni kriya merupakan salah satu bagian dari
Penerapankolaborasi dalam karya seni kolektif Mas Wok sendiri diawali pada keaktifannya di scene punk tahun 1996. Pada masa ini, Mas Wok mempelajari hidup komunal bersama anak-anak punk di Jogja. Dari kehidupan komunal tersebut Ia belajar bahwa DIY atau Do It Yourself tidak selalu dimaknai dengan membuat berbagai hal seorang diri.
Keterampilanpembuatan karya seni, masyarakat desa Duren Bandungan memiliki kelompok-kelompok remaja yang tergabung dalam perkumpulan remaja Karang Taruna merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk menjadi remaja yang memiliki keterampilan, kreativitas dan produktivitas dalam berkarya seni. Namun dengan berbagai pertimbangan terutama
w1No5g. Materi Mengetahui Konsep dan Teknik Berkreasi Nada Kontemporer Kelas 12 SMA/MA – Hai adik adik yang baik segala kabar? semoga dalam hal sehat cegak tetapi, nah puas kesemaptan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengani materi yang sudah disusun terbit berbagai sumber nan relavan, Materi ini empok ambil berusul mata pelajaran Seni Budaya pemabahasan Seni Musik tentang Materi Memahami Konsep dan Teknik Berkreasi Musik Kontemporer untuk adik adik Kelas 12 SMA/MA. Semoga dengan adanya materi ini dapat membantu adik adik. Semangat!! Materi Memahami Konsep dan Teknik Berkarya Nada Kontemporer Kelas 12 SMA/MA A. Maksud Pembelajaran Selepas kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan boleh Menguraikan pengertian irama kontemporer Mengidentifikasi ciri karakteristik musik kontemporer Mengenali teknik bekerja musik kontemporer B. Jabaran Materi Penghormatan Musik 1 Sebelum mengulas materi adapun nada masa kini mari kita awali dengan mendengarkan cuplikan audio musik Karya Slamet Abdul Sjukur „Tetabuhan Sungut. Dimainkan oleh Mahasiswa seni music UPI tahun 1996 Link Apresiasi 1 HwvLLd7o2JYB/view?usp=sharing Setelah menyimak dan mendengarkan music tersebut, berikan tanggapan menurut pendapatmu mengenai karya music tersebut Barang apa kesanmu pasca- mendengarkan karya irama tersebut? Aspek musikal apa nan kamu temukan? Adakah alat musik yang kamu tangkap suara? Maupun semata-mata vocal saja nan ia dengar? Karya musik apakah itu ? music popular ataupun music kontemporer? Materi Memahami Konsep dan Teknik Berkreasi Musik Kontemporer Materi Mempresentasikan Konsep Berkreasi Musik Mutakhir Soal Memahami Konsep Irama Masa kini Nyatakan pendapatmu ke internal kerangka tulisan dan kerjakan pada lembartugas mandiri yang suka-suka dalam modul ini. Apresiasi Irama 2 Lebih jauh ayo kita mendengarkan audio musik Karya Bondan Prakoso & Fade 2 Black, Hayat Berawal Dari Mimpi”, rilis musim 2005 Link Pujian 2 dtKr_K939S/view?usp=sharing Sesudah menyimak dan mendengarkan music di apresiasi 2, berikan tanggapan menurut pendapatmu tentang Apa kesanmu setelah mendengarkan karya musik tersebut? Aspek musikal apa yang sira temukan? Adakah alat musik yang beliau dengar? Atau hanya vocal saja nan kamu tangkap suara? Karya musik apakah itu ? karya music popular maupun music kontemporer? Nyatakan pendapatmu ke dalam buram catatan dan bakal puas untai tugas mandiri yang ada privat modul ini. Signifikasi Musik Kontemporer Istilah Kontemporer berpangkal dari dua pengenalan cum bersamaan dan tempus waktu, kontemporer memiliki arti bersamaan maupun seabad. Musik kontemporer adalah musik mentah di Indonesia nan tidak berkaitan dengan tradisi sama sekali . Barometer dari kontemporer adalah ketidakbiasaan ataupun suatu bayangan “ kemandirian sepenuhnya”. Dieter Mack, 2001 35 . Musik mutakhir menghidangkan konsep musik yang ter-hormat sopan baru, dengan menunggangi bineka sumur bunyi sebagai sarana ekspresi yang kreatif, walaupun nada nan baru belum tentu bisa dikatakan sebagai irama kontemporer. Konsep musik mutakhir menjadi sangat personal individual, dalam karya-karya yang lahir banyak terjadi vokabuler teknik garapan dan kebiasaan tradisi yang telah mapan ke n domestik wujud yang baru, tergoda aneh, nakal, justru urakan. Musik kontemporer menyajikan kejadian situasi bau kencur yang tidak terpikirkan sebelumnya, kebebasan intern melembarkan sendang bunyi, cara memainkannya, tema nan bebas, membuat seolah musik kontemporer tidak memiliki sekat, semua boleh dan semua bisa, lamun harus didasari konsep nan kuat dan tidak dasar obstulen dan dasar bintang sartan. Ciri Karakteristik Musik Masa kini Setiap karya musik memilik ciri karakteristik yang berbeda, untuk bisa membedakan karya nada kontemporer dengan karya musik lainnya , kita boleh mempelajari ciri karkteristik musik kontemporer. Hal ini pula bisa kita jadikan pedoman ketika kita akan membuat karya musik kontemporer. Musik masa kini memiliki ciri karakteristik misal berikut Eksploitasi sumber bunyi yang bukan halal digunakan kerumahtanggaan komposisi irama. Perigi bunyi bisa dari apa hanya dapat alat music ataupun benda yang menhasilkan bunyi meskipun bukan alat music Pengolahan karya musiknya bertambah bebas Pengusahaan keakuran vertikal dan komposisi pararel yang tidak terbawa . lebih netral Penggunaan konsep musik modal, tonal dan atonal dengan netral. Melayani situasi baru yang tidak formal dan n kepunyaan independensi berasal prinsip bermusik yang berlaku. Menggunakan notasi auditif dan notasi tindakan peristiwa ini disebabkan notasi balok/angka dalam musik bukan cukup untuk menuliskan notasi irama masa kini yang istimewa. Gambar 1 Contoh partitura auditif Gambar 1 Eksemplar partitura auditif dari musik karya Stockhausen Sendang Baca juga – Soal Pameran Seni Rupa Teknik Bekerja Nada Mutakhir Puas musik tradisional dan irama barat terdapat kaidah mandu yang resmi dalam takhlik komposisi maupun dalam menyajikannya. Contohnya teknik penjarian lega piano, posisi badan, teknik permainan, semua sdh terserah rasam dan tekniknya, kerjakan mencapai ketrampilan nan tangga. Berlainan dengan irama masa kini semua nan baku pada musik tradisional dan musik barat, tidak lagi di gunakan sehingga memajukan teknik berkreasi nan hijau. Dalam bekerja musik mutakhir terdapat beberapa teknik yang stereotip digunakan antara lain Teknik permainan yang unik dan bau kencur, contohnya ketika dandi bukan dipetik doang di gesek menggunakan botol. Perubahan fungsi instrument yang semula menjadi organ musik melodis digunakan sebagai alat musik ritmis. Memadukan berbagai ragam budaya, misalnya eksploitasi teknik komposisi barat namun dengan menunggangi gawai musik klonengan. Memadukan beberapa genre musik yg menjadi sesuatu yang yunior. Pengkajian organ musik listrik sampai kepada hal peristiwa yang tak terpikirkan sebelumnya. Gambar 2 Atraksi Belawan Tulangtulangan 2 Pertunjukan Belawan dalam Festival Edenkoben Gitarren Festival 2000 Mata air Gambar 3 Konser musik Rajah 3 Konser musik “Tetabuhan” Karya Djaduk Ferianto & Kua Enika. Sumber Gambar 4 Pertunjukan musik Gambar 4 Pergelaran musik Pendulum karya Steve Reich 1968 Sumber C. Ringkasan Musik kontemporer bukanlah musik asal jadi atau dasar bunyi, biarpun kerumahtanggaan musik masa kini mengusung kemerdekaan dalam berkreasi, sepertinya semua boleh dan semua boleh. Musik kontemporer mempunyai konsep yang jelas dan langgeng dan mengacu lega kekinian . Musik kontemporer berputra teknik baru n domestik menghasilkan karya musik, yang semula belum ada dan belum terpikirkan menjadi tergali dan cawis dalm musik mutakhir. D. Penugasan Mandiri optional Tugas Bakal makin memahami materi pembelajaran tentqng konsep irama kontemporer ini, Silahkan simak audio Apresiasi nada 1 dan 2 suntuk isilah sutra Apresiasi pada penugasan mandiri berikut, Jika di daerahmu tidak cak semau internet alias listrik, cak bagi kegiatan kerja mandiri alternatif dengan bertanya akan halnya segala itu music kontemporer, kepada anggota masyarakat, seniman, pemrakarsa music, nan ada di deaerahmu. a. Lembar isian Apresiasi 1 T o Pertanyaan Jawaban 1 Apa kesanmu setelah mendengarkan karya musik tersebut? 2 Aspek musikal barang apa yang anda temukan? 3 Alat musik segala nan saja yang dia dengar? 4 Karya musik apakah itu ? karya music popular atau music masa kini? 5 Setelah mendengarkan apakah sira temukan ciriciri music dalam karya music tersebut? Jelaskan b. Lembar isian Observasi 1 Kerjakan seperti model ! Nama Narasumber dan keterangan Bpk. Dodit suhendit Seniman dan pelatih studio seni Desa Segar Materi Sumbang saran 1. Musik kontemporer menurut narasumber 2. Kok irama kontemporer tidak popular 3. Biji kredit positif pada musik mutakhir 4. Keunikan dan aspek penyempuraan pada music mutakhir Hasil urun rembuk Catat jawaban narasumber di sini Inferensi Buatlah resume dengan menarik kesimpulan dari hasil urun pendapat dan memadukan dengan pendapatmu, E. Pelajaran Soal Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. Makna irama kontemporer yang paling tepat yakni … a. Nada yang terbaru dan sangat digemari. b. Jenis musik yang sangat terik dipahami. c. Perpaduan heterogen genre musik. d. Musik kekinian yang mengusung renovasi. e. Perpaduan musik tradisi dan berbudaya. Trik Jawaban D 2. Tema yang sering diangkat n domestik karya irama mutakhir yakni a. Cinta b. Keayuan bendera c. Nasionalisme d. Kritik sosial e. Penangkisan Kunci Jawaban D 3. Penggunaan instrumen piano lakukan memainkan beleganjur jawa ialah salah satu teknik dalam berkarya musik kontemporer yang disebut … a. berasal puas atom etnik. b. pengusahaan idiom tali peranti barat. c. perpaduan budaya tradisi dan barat. d. teknik permainan piano nan tak formal. e. Riset teknik permaian piano. Buku Jawaban B Materi Memaklumi Konsep dan Teknik Bekerja Musik Kontemporer Materi Mempresentasikan Konsep Berkarya Nada Kontemporer Pertanyaan Mengarifi Konsep Irama Kontemporer 4. Karya musik kontemporer menunggangi notasi tindakan atau notasi auditif, situasi ini di sebabkan karena,,, a. notasi balok tidak mencukupi kebutuhan composer menggambar partitur kontemporer b. ide dan gagasan composer tak dapat dituangkan dalam notasi musik barat c. tidak memerlukan partitur karena sdh terserah konsep d. tidak bernada dan namun obstulen obstulen unik sahaja e. makin melayani tindakan tindakan kasatmata dan simbolis Kancing Jawaban A 5. Contoh teknik internal berkarya musik yang tertera privat musik kontemporer ialah… a. penggunaan peranti angklung pada lagu pop. b. teknik permainan biola dengan cara dipetik. c. teknik permainan piano dengan cara dipukul dawainya. d. dandi dibunyikan dengan cara digesek. e. penggunaan radas alat elektrik dan futuristik Taktik Jawaban D F. Penilaian Diri No Pernyataan Ya Tidak Alasan 1 Saya berlambak menjelaskan pengertian musik kontemporer. 2 Saya berlimpah mengidentifikasi karya musik masa kini. 3 Saya mampu membedakan musk kontemporer dengan varietas irama lainnya.. 4 Saya ki berjebah menjelaskan teknik berkreasi pada music kontemporer Demikianlah pengumuman yang bisa kami sampaikan, semoga dengan adanya Materi Mengerti Konsep dan Teknik Berkreasi Irama Kontemporer Kelas bawah 12 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi kerumahtanggaan belajar demi meraih prestasi yang bertambah baik. Selamat belajar!! Pencarian nan paling banyak dicari kurnia nada kontemporer barang apa itu musik masa kini sifat musik kontemporer contoh musik mutakhir ciri-ciri musik kontemporer jenis musik kontemporer perangkat musik kontemporer karakteristik musik kontemporer pdf, 2018,2019,2020,2021,2022
Karya sastra adalah alat yang digunakan untuk wadah kreativitas menulis. Selain itu, karya sastra juga bisa dimaknai sebagai ruang gerak kata-kata, bebas, dan liar yang menampung tentang kegelisahan manusia. Karya sastra diciptakan dari proses kreatif menulis yang digunakan sebagai alat eksistensi melalui kata-kata. Melalui proses kreatif menulis yang akhirnya tercipta karya sastra, manusia atau penulis bisa mengekspresikan dirinya melalui tulisan. Dengan tulisan yang diciptakan, selain bisa mengekspresikan dirinya, karya sastra yang dibentuk melalui proses kreatif menulis ini akan dinikmati masyarakat umum dan jadi kepuasan tersendiri. Tetapi dalam menciptakan karya sastra, seorang penulis memang dituntut melalui proses kreatif menulis. Proses kreatif menulis yang harus dilalui juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Bagi penulis baru, proses kreatif menulis bisa jadi hal yang tidak mudah dan harus dilalui dengan berlatih. Tapi, apa sebenarnya makna proses kreatif menulis? Definisi dari Proses Kreatif Menulis? Pada halnya proses kreatif menulis adalah bagian terpenting saat seseorang menulis. Karena pada dasarnya, menulis membutuhkan sebuah proses kreatif yang mana tulisannya akan menjadi karya yang berkualitas dan bisa dinikmati. Maksud dari proses kreatif menulis sendiri adalah sebuah perubahan kebiasaan, di dalam hal ini adalah perubahan ini merupakan perubahan yang sifatnya personal sehingga tidak dipengaruhi siapa pun kecuali dari diri penulis itu sendiri. Setiap penulis atau pengarang pasti memiliki daya kreatif yang berbeda-beda dan tidak dimiliki oleh penulis lainnya. Sehingga dari aspek pribadi, proses kreatif menulis merupakan kesadaran Kesadaran yang dimiliki penulis melalui proses kreatif menulis ini akan muncul dari tindakan pribadi masing-masing dari mereka yang unik atau khas. Selanjutnya, proses kreatif menulisnya dijadikan suatu tanggapan terhadap lingkungannya. Proses kreatif menulis lebih berfokus mengenai bagaimana proses terbentuknya suatu karya atau tulisan sampai akhirnya memiliki hasil yang baik dan berkualitas. Oleh sebab itu, di dalam proses kreatif menulis, pengarang atau penulis diharap dapat menekankan sikap aktif untuk menulis dan kemudian mampu menemukan proses kreatifnya sendiri agar tulisannya kreatif menulis pada dasarnya merupakan sebuah proses menuangkan ide atau gagasan sebagai wujud pengendalian pikiran-pikiran kreatif yang dimiliki penulis agar mereka memiliki tulisan yang berkualitas, baik, dan menari. Sehingga bisa jadi, proses kreatif menulis menjadi ekspresi cara berpikir penulis untuk dapat menuangkan ide gagasan. Di dalam proses kreatif menulis, aspek kreativitas adalah hal yang paling penting. Hal tersebut karena aspek kreativitas di dalam proses menulis kreatif memacu penulis untuk memunculkan ide-ide baru, gagasan baru, dan mematangkan ide, serta mendayagunakan bahasa secara optimal yang akhirnya memunculkan ide yang utuh dan matang. Dengan kreativitas yang dimiliki oleh seorang penulis, maka penulis tersebut tak hanya puas dengan memiliki banyak ide yang melintas dan tertuang di dalam tulisannya, tetapi penulis tersebut akan terus berusaha mengabadikan setiap gagasan atau ide yang melintas di kepalanya, kemudian mengolah, dan mematangkannya itu, menulis di dalam proses kreatif menulis maksudnya adalah proses mengungkapkan atau menuangkan atau memaparkan gagasan dan melalui bahasa tulisnya berdasarkan tatanan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan dan tulisannya dapat dibaca pembaca dengan tepat serta mudah dipahami. Oleh sebab itu, saat melalui proses kreatif menulis, penulis sebagai penyampai pesan sudah memikirkan konsep baik ide, gagasan, maupun kerangka yang tepat dan matang sebelum akhirnya menuangkannya ke dalam tulisan yang ia akan sampaikan kepada pembaca. Sehingga melalui persiapannya yang matang, maka penulis dapat menyampaikan pesan ke pembaca. Dengan demikian, penulis memang harus memperhatikan dan melakukan persiapan yang tepat mengenai apa yang akan ditulis, media yang digunakan, referensi yang digunakan, dan tulisan tersebut ditujukan untuk siapa dan segmen apa. Hal ini sebagai upaya untuk memudahkan penulis mengerti dan memahami alur dan tujuan tulisannya. Tahapan Proses Kreatif Menulis Untuk dapat melakukan proses kreatif menulis dengan maksimal dan menghasilkan tulisan yang berkualitas, tentu dibutuhkan tahap demi tahapan untuk mencapainya. Berikut ini tahapan proses kreatif menulis yang bisa dilakukan oleh penulis. 1. Persiapan Proses kreatif menulis dimulai dengan tahap persiapan. Di tahap ini, penulis harus menentukan terlebih dahulu proyek tulisan yang akan ditulis. Tentukan dulu apa yang akan dilakukan dan cari jalan untuk mencapainya. Misalnya ingin menulis tentang tulisan fiksi, nonfiksi, sejarah, atau lain sebagainya. Di tahap persiapan proses kreatif menulis, motivasi sangat dibutuhkan. Hal ini karena motivasi bisa membuat kebiasaan menulis yang lebih disiplin sehingga target tulisan selesai tepat waktu dan tidak mengulur-ulur waktu terlalu lama. Kemudian penulis juga perlu memberi pertanyaan pada diri sendiri tentang persiapan lainnya. Lihat ke belakang, ingat apa hal yang sudah dilakukan sejauh ini dan pikirkan cara mendorong diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang pernah berhasil dicapai. Hal ini akan lebih membuat penulis dapat menyelesaikan tulisan dengan baik. Selain menentukan tujuan dan metode penulisan, penulis juga diminta mengubah karakter asli untuk beberapa bulan ke depan sehingga proyek tulisannya juga akan bisa diselesaikan tanpa mementingkan ego sendiri. Selanjutnya, tentukan genre tulisan dan buat dengan kreativitas serta ide yang semenarik mungkin. Penulis juga bisa mencoba genre yang berbeda dengan tulisan sebelumnya untuk memacu rasa keingintahuan dan semangat untuk menulis. Baca juga Mengenal Metode Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 4D 2. Perencanaan Tahap proses kreatif menulis selanjutnya adalah tahap perencanaan. Di tahap ini, penulis harus melakukan berbagai tahap, mulai dari riset dan pra-meditasi. Misalnya pada penulis buku non-fiksi, proses kreatif menulis biasanya berangkat dari pilihan topik. bukan dari struktur tulisan. Penulis kemudian mencari dan meneliti objek dari tulisannya tersebut. Riset atau pencarian mater bisa melalui berbagai cara, misalnya wawancara, menyebar kuesioner, mencari jurnal atau arsip di perpustakaan, dan melakukan riset di berbagai medium. Penulis lantas baru bisa mulai mengelompokkan ide dan gambaran cerita yang mereka peroleh melalui brainstorming. Sementara itu, untuk penulis buku fiksi, tahap yang dilalui sama persis antara rencana dan hasil tulisan. Ada pula penulis yang melakukan perencanaan sedikit, tetapi terus menulis dan terus maju sampai tulisannya selesai. Karena penulis buku fiksi memang lebih santai dan bisa mengembangkan ide gagasannya di tengah menulis. Yang paling penting dari tahap perencanaan pada proses ini adalah eksplorasi yang dilakukan. Penulis seolah diminta melakukan perjalanan tanpa peta pada setiap kata atau kalimat yang ditulisnya untuk menemukan ide atau gagasan baru yang kemudian bisa dikembangkan menjadi satu kesatuan tulisan yang utuh. Tak menutup kemungkinan, penulis juga memosisikan dirinya sebagai pembaca yang mana memiliki persepsi mengenai karakter dan jalan cerita baru bisa ditemukan setelah tulisannya disusun. 3. Inkubasi Tahap selanjutnya adalah tahapan inkubasi dalam proses ini. Di dalam tahapan ini, penulis mulai sibuk bekerja dan menulis. Namun akan ada masanya dimana penulis mengalami stagnasi dan kesulitan melanjutkan tulisan sehingga ide yang ia miliki jadi tidak berkembang, kalimat yang muncul mulai jelek, dan lain sebagainya. Stagnasi ini akan terjadi di tahap inkubasi. Ketika hal tersebut terjadi, penulis tidak perlu khawatir. Biarkan saja proses ini berjalan karena pada dasarnya, melamun, tidak sadar, dan hal-hal yang membuat hidup terasa berhenti bisa jadi hal positif dalam hidup. Meski kemampuan menulis seolah berhenti sesaat, sebaiknya jangan gunakan untuk mencari bahan lebih banyak atau membaca lebih banyak. Penulis hanya bisa melakukan rehat sejenak dan mulai menulis dengan mengalir tanpa mementingkan aspek-aspek sehingga tulisannya juga bisa berkembang lagi. 4. Mulai Bekerja Tahapan yang paling penting dari proses ini adalah mulai bekerja atau menulis. Perlu diperhatikan oleh penulis bahwa memulai menulis bukan dari memulai dari sebuah kalimat pertama sebuah prosa atau buku lainnya. Biarkan buku atau kertas tetap bersih dan putih, dan kumpulkan tahap yang sebelumnya sudah dilakukan. Kemudian buat coretan tentang plot atau kerangka tulisan, bisa dilengkapi dengan sketsa karakter atau deskripsi tentang karakter dan mulai kaitkan kalimat demi kalimat yang muncul di kepala kita. Proses ini bisa dilakukan sampai terbentuk pola yang membuat kita terpacu untuk melanjutkan tulisan. Selanjutnya, proses ini bisa dilanjutkan dengan tahap mulai menulis ulang atau re-writing dengan beberapa kalimat yang sudah disusun menjadi baris kalimat yang memiliki makna. Kemudian, terus melangkah ke tahap penulisan berikutnya dan tulisan akan mengalir dengan sendirinya. Di tengah proses menulis, akan muncul saat di mana penulis perlu membentuk ulang struktur tulisan, baik komposisi tulisan dan sebagainya sehingga harus mulai dari awal lagi. Itulah yang dinamakan proses kreatif menulis karena tidak ada kata memulai atau mengakhiri yang sebenarnya, melainkan terus melakukan perubahan hingga naskah selesai. 5. Lancar Menulis Ketika proses ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maika selanjutnya tidak akan terjadi banyak kesulitan di dalamnya. Setidaknya, penulis akan tetap menikmati aktivitas eksplorasi cerita dan rasa keingintahuannya yang nantinya hasilnya akan terasa di waktu terakhir nanti. Oleh sebab itu, penting bagi penulis untuk menjaga alur cerita, termasuk bagaimana jumlah kata, jam kerja, dan bagaimana dapat menulis secara bebas dan cepat tanpa melakukan re-writing sampai tulisan selesai. Jika menemui kesulitan, penulis bisa rehat sembari berjalan-jalan mencari inspirasi. Menurut para psikolog, dalam menjalankan proses ini dibutuhkan fokus yang tinggi dan memang tujuannya tidak hanya untuk tulisan tetapi juga mengukur sejauh mana kemampuan otak sang penulis dan tulisan baru akan jadi hasilnya dengan baik setelah semua berhasil terlewati. Ketika pikiran tidak fokus dan banyak gangguan, maka mental penulis akan berubah dan mungkin akan mengalami masalah saat menulis. Saat fase inilah, dibutuhkan praktik belajar menulis terus-menerus agar target tulisan bisa diselesaikan dengan baik. Jangan khawatir, ritme ini biasanya selalu dialami penulis dan akan bisa diselesaikan juga. 6. Diam Mencari Ide Ketika di tengah proses kreatif menulis mendapati tulisan yang tidak struktur, penulis juga tak perlu khawatir. Sama halnya seperti proses hidup, proses ini akan ada saatnya jadi menyenangkan, ada juga saatnya jadi berat. Ketika menghadapi hambatan dan masalah sampai otak seolah berhenti menyuplai kosakata, berhentilah menulis. Akhiri dulu aktivitas menulis dengan pergi jalan-jalan atau makan makanan enak. Penulis juga bisa menonton film dan melakukan hobi lainnya untuk memberi kesempatan otak dan diri penulis kembali terisi. Setelah itu, proses diam sejenak tadi akan membuat otak semakin jernih dan lancar sehingga bisa menulis kembali. 7. Kemajuan dan Kalimat Akhir Dalam proses kreatif menulis, yang diraih tidak hanya memiliki kemajuan atau peningkatan menulis, tetapi lebih ke bagaimana perasaan ingin membuat tulisan menjadi satu kesatuan yang utuh dan lengkap dengan konsep yang sudah dirancang sesuai dengan yang kita inginkan sejak awal. Di proses ini, penulis bisa mengukur sejauh mana hasil kerja tercapai dan sesuai atau tidak dengan target awal menulis. Sekali penulis sudah melakukan sebuah kemajuan, maka mereka tidak kembali ke kualitas awal mereka sehingga kualitasnya dinilai lebih baik secara keseluruhan dan bisa terus ditingkatkan. Bagi sebagian besar penulis, dalam proses ini tidak ada hal yang berakhir. Ketika tulisan selesai, mereka akan kembali merevisi hasil kerjanya. Setelah karya tayang, mereka harus melakukan evaluasi mengenai kekurangan karya yang mereka buat. 8. Judul Hal yang tak kalah penting pada proses ini adalah pembuatan judul. Karena judul menjadi kesan pertama pembaca apakah karya sastra atau tulisan yang disajikan menarik atau tidak. Untuk membuat judul, bisa saja penulis mengikuti pengarang-pengarang terdahulu. Tetapi akan lebih baik ketika penulis mampu menyampaikan frase kalimat kita sendiri dan membuat frase kalimat tersebut memuat mengenai informasi menarik tentang isi di dalam tulisan yang sudah terbentuk. Judul yang menarik akan membuat pembaca semakin tertarik membaca tulisan.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Asistensi Mengajar merupakan program Universitas Negeri Malang dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui penerjunan mahasiswa pada lingkungan masyarakat untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya melalui kerja sama dengan sekolah mitra sebagai wadah mahaiswa berkembang dan membagikan ilmunya. Mahasiswa Asistensi Mengajar jurusan Pendidikan Seni Rupa selama melaksanakan program tersebut berkewajiban membimbing peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan seni rupa dan berkarya seni rupa. Program Asistensi Mengajar ditempuh selama satu semester penuh yang dimulai sejak awal bulan Februari dan berakhir hingga awal bulan Juni. Lokasi Penulis bersama rekan-rekan mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa melaksanakan program Asistensi Mengajar yaitu di SMP Negeri 1 mahasiswa Asistensi Mengajar jurusan Pendidikan Seni Rupa di SMP Negeri 1 Dau sudah merancang perencanaan kegiatan, bahan ajar, materi ajar, dan rubrik penilaian peserta didik yang dibimbing oleh guru pamong mata belajaran seni budaya. Rancangan pembelajaran yang sudah dibuat beberapa diantaranya yaitu berbasis Project Based Learning PjBL. Project Based Learning PjBL merupakan konsep pembelajaran berupa proyek yang diberikan kepada peserta didik dan dari proyek tersebut peserta didik dapat belajar, memahami, dan melatih kreativitas peserta didik. Rancangan kegiatan pembelajaran Project Based Learning PjBL yang sudah diterapkan pada peserta didik yaitu berkarya seni rupa dengan menggunakan media yang beragam. Penggunaan media yang beragam guna untuk meningkatkan rasa penasaran dan antusias peserta didik dalam berkarya seni kegiatan pembelajaran Project Based Learning PjBL berkarya seni rupa menggunakan media yang beragam diantaranya kertas gambar sebagai media basic, telenan, pot bunga, botol, dan tempeh. Penggunaan media yang beragam ini selain bermanfaat bagi peserta didik karena dapat melatih kreatifitas, selain itu juga sebagai bentuk mendukung perekonomian lingkungan sekitas sekolah karena masih ditemui pengrajin yang memproduksi dan menjual barang-barang tersebut. Tidak hanya untuk mendukung perekonomian masyarakat sekitar sekolah tapi juga turut berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan dengan mengurangi sampah botol plastik. Barang-barang tersebut yang awalnya sebagai barang fungsional dan bahkan limbah, dapat menjadi barang yang memiliki nilai estetis. Hasil karya seluruh peserta didik juga memberikan dampak positif bagi sekolah karena dapat dijadikan sebagai objek pendukung menghias sekolah. Beberapa kegiatan berkarya seni rupa menggunakan media kertas diantaranya berkarya logo, poster, dan grafis cetak datar. Pada berkarya logo kelas VII mahasiswa Asistensi Mengajar jurusan Pendidikan Seni Rupa menjadi tutor di depan kelas menjelaskan dan mempraktikkan langkah-langkah membuat logo yang nantinya diikuti oleh peserta didik. Tujuannya yaitu untuk melatih peserta didik mengenai hal-hal dasar menggambar terutama menggambar logo. Pada pertemuan berikutnya, peserta didik ditugaskan untuk menciptakan atau mengkreasikan ulang logo SMP Negeri 1 Dau berdasarkan visi yang dimiliki sekolah. Pada pembelajaran Project Based Learning PjBL berkarya poster kelas VII, peserta didik mengerjakan poster tersebut secara individu yang sebelumnya di tentukan tema utamanya. Mengenai tema, setiap kelas diberi tema yang berbeda, pada kelas VII A membuat poster dengan tema “Cinta Tanah Air”, kelas VII B bertema “Pendidikan”, dan kelas VII C bertema “Cinta Lingkungan”. Pada tugas poster ini diharapkan peserta didik mampu menerima afirmasi positif dari poster yang mereka buat. Menerapkan nilai-nilai cinta tanah air, semangat menempuh pendidikan, dan menjadi individu yang berwawasan lingkungan. Tentu juga dari tugas poster ini bertujuan untuk melatih kreatifitas peserta didik dalam membuat bentuk dan mengkreasikan warna. Gambar 2. Proses peserta didik berkarya poster Dokpri Pada kelas IX berkarya pada media kertas ketika materi grafis. Peserta didik dibimbing dalam berkarya grafis cetak datar. Pada tugas proyek ini peserta didik belajar untuk menghasilkan karya yang sama dengan jumlah sebanyak-banyaknya memanfaatkan media cetak datar yang peserta didik buat. Tugas proyek ini dikerjakan secara individu yang masing-masing peserta didik bertanggung jawab untuk membawa alat bahan seperti, kertas, plastik mika, solasi, kater, cat, dan spon. Selain peserta didik belajar membuat karya dengan media cetak, mereka juga belajar permainan warna. Peserta didik dibebaskan untuk mewarnai media sekreatif mungkin tentu hal ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik. Gambar 3. Pembelajaran berkarya grafis cetak datar Dokpri Kegiatan berkarya selain pada media kertas, pada kegiatan pembelajaran kelas VII materi tipografi yaitu berkarya tipografi dengan media telenan. Tugas yang dikerjakan yaitu menulis kata-kata mutiara yang diterapkan pada media telenan dikerjakan secara berkelompok, masing-masing kelompok terdiri dari dua peserta didik. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membawa alat bahan diantaranya telenan, cat, kuas, pensil, dan penghapus. Penerapan kata-kata mutiara diharapkan dapat memotivasi peserta didik dalam upaya meningkatkan kualitas diri. Gambar 4. Tipografi pada media telenan karya peserta didik Dokpri 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya